DINAMIKA POLITIK DAN AGAMA DI RUANG PUBLIK

DINAMIKA POLITIK DAN AGAMA DI RUANG PUBLIK

Penulis: Dirga Maulana, S.Kom.I., MPA.

Kategori: Sosial Politik

ISBN: 978-623-96270-7-2

Bidang Ilmu: Politik

Cetakan: Cetakan ke 1

Tahun Terbit: 2026

Jumlah Halaman: 215 halaman

Ukuran: 15,5 x 23 cm

Berat: 600 gram

Harga: Rp93.000

Ketersediaan: Ready stock

Pilih bentuk buku
Baca pratinjau 10 halaman

Deskripsi

Di buku "Dinamika Politik dan Agama di Ruang Publik," penulis menggunakan lensa analisis politik, agama, dan komunikasi untuk menyelami berbagai isu kontemporer yang muncul di ruang publik Indonesia sehingga menjadi bacaan yang layak didiskusikan.

Bagian pertama buku ini mengungkap bagaimana agama berdampak pada ruang publik melalui riset yang mempengaruhi kebijakan agama, mengkaji komodifikasi agama, dan tantangan yang dihadapi oleh guru agama dalam mengajarkan keragaman dan toleransi. Pembahasan ini mengarah pada pemahaman lebih dalam tentang bagaimana agama dapat menjadi alat politik maupun sarana pemberdayaan.

Pada bagian kedua, pembaca diajak menjelajahi bagaimana ekstremisme merambat melalui berbagai saluran, termasuk internet, dimana narasi terorisme dan radikalisme menemukan tempat subur. Penulis mengajak pembaca untuk memahami proses dimana individu dan keluarga bisa terpikat oleh ideologi radikal, serta menggambarkan peran tokoh-tokoh seperti Abu Bakar Ba’asyir dalam menyebarkan paham ekstrem.

Bagian ketiga buku ini fokus pada hubungan antara ideologi, demokrasi, dan literasi politik. Disini, penulis mengeksplorasi bagaimana demokrasi di Indonesia—dalam kebutuhannya akan literasi politik yang kuat—sering kali terjebak dalam praktik demokrasi uang yang merusak esensi dari pemerintahan yang sehat dan representatif.

Dalam bagian keempat, pembaca akan memasuki arena media komunikasi dan politik, dimana media baru dan tradisional berperan membentuk kampanye politik dan kontestasi politik. Perspektif jurnalisme digital dan mediakrasi yang berkembang menunjukkan bagaimana media dapat mempengaruhi dan kadang kala mengerdilkan diskursus politik.

Lebih jauh, bagian kelima mendalami wacana keagamaan dan peran Islam moderat dalam membentuk dialog dan toleransi antarumat beragama. Mulai dari dinamika di masjid hingga praktik kesalehan selama Ramadan, pembahasan ini menyoroti bagaimana ideologi moderat bisa berkontribusi pada pembangunan sosial yang lebih inklusif.

Terakhir, bagian enam, menggali peran pemimpin politik dalam menghadapi tantangan masa depan, melihat bagaimana citra, identitas, dan demokrasi lokal berperan dalam menentukan arah politik di Indonesia, khususnya melalui lensa kepemimpinan kaum muda.

Melalui buku ini, penulis berusaha tidak hanya menguraikan masalah-masalah yang ada, tetapi juga menawarkan solusi dan rekomendasi untuk mempromosikan dialog dan toleransi antar kelompok berbeda. Dengan harapan, pembaca akan mendapatkan wawasan baru dan mendalam tentang kompleksitas dan keindahan dari perpaduan politik dan agama di Indonesia, dan mungkin juga solusi untuk beberapa tantangan yang kita hadapi bersama sebagai bangsa.